Bintang88Stars- Hey Sobat B88S kali ini saya mau shere tentang klub yang saya suka ke-2 setelah '
Real Madrid'.Kadang muncul pendapat bahwa Barcelona tidak memerlukan seorang pelatih.
Ada benarnya, karena permainan tim Catalunya lebih mengandalkan
kerjasama umpan di atas lapangan. Seperti diketahui, pada suatu waktu,
masing-masing pemain seakan tahu di mana rekan satu timnya akan berada,
di mana memainkan bola dan apa yang bakal dilakukan setelahnya – ini
seperti telepati tiki-taka. Kedengaran bagus dalam teori, namun
kekalahan atas Real Madrid, Rabu (27/2) dini hari tadi membuktikan bahwa
argumen tersebut sama sekali tidak valid.
Barca terlihat tidak
memiliki motivasi di Camp Nou: tim Catalunya ini memegang kendali, namun
jarang melesakkan tendangan ke arah gawang selama 90 menit.
Bintang-bintang mereka pun gagal bersinar, Lionel Messi yang sering
terlihat gesit, justru kehilangan naluri membunuhnya. Sungguh penampilan
yang sangat mengecewakan, dan mungkin merupakan penampilan terburuk
mereka dalam ingatan.
Sebelum ini, Barcelona memiliki malam buruk
lainnya, salah satunya ketika dibekuk AC Milan 2-0 di San Siro. Di
pertandingan tersebut, Barca sejatinya tampil superior dibanding tim
Milan saat itu, namun hasil akhir merupakan pengecualian.
Adapun,
sejak ditinggal Pep Guardiola di akhir musim kemarin, hal tersebut
sejatinya memuluskan jalan asistennya Tito Vilanova untuk menjadi orang
paling berkuasa di Camp Nou. Akan tetapi, nama terakhir saat ini justru
sedang menjalani pengobatan kanker, yang paling tidak akan membuatnya
absen hingga akhir Maret.
Untuk saat ini, proyek yang
dijalankan mungkin terhambat. Dengan 'pelatih' satu dan 'pelatih' dua
berada di New York, maka tanggungjawab sepenuhnya diemban orang ketiga,
Jordi Roura, untuk mengisi, dan menjadi bos interim, yang justru tidak
mampu menginspirasi atau memicu daya ledak di Camp Nou, Rabu dini hari
tadi.
Saat dilatih Guardiola, Barcelona kerap memiliki rencana
taktis, seperti tahun lalu saat memberi ruang pada Dani Alves dengan
pola 3-4-3 ketika jumpa Milan di pertemuan musim 2011/12. Selain itu,
Pep juga menggunakan video untuk memberikan motivasi, dan tak lupa untuk
menjaga komunikasi. Dia pernah mengalami situasi sebagai seorang
pesepakbola, dan hal itu ia jadikan sebagai pondasi saat menjadi
pelatih.
Secara taktikal, Tito juga memberi banyak bantuan pada
Guardiola di pertandingan-pertandingan besar. Barcelona rindu motivasi
Pep, namun saat ini, mereka bahkan tidak memiliki pelatih yang bekerja
secara
full-time. Pelatih saat ini, Vilanova, menjalin
komunikasi dari New York, di mana ia tidak bisa kembali ke Barcelona
karena wajib menjalani istirahat, serta mengingat jauhnya perjalanan
pulang. Namun sekali lagi ditegaskan, ia tidak ada di samping skuatnya
saat menjalani pertandingan penting, seperti kala jumpa tim asuhan Jose
Mourinho di semi-final
leg kedua Copa del Rey.
Barca
tampak loyo, seperti muncul niatan hanya ingin bermain imbang, di mana
hal itu justru menjerumuskan mereka dalam kekalahan. Sekarang, harapan
mereka memenangi gelar harus diperkuat lagi, mengingat mereka tidak
mempunyai seorang pemimpin sejati di sela-sela waktu.
Di ajang
Primera Liga, Barcelona boleh bangga karena mereka memimpin jauh di atas
Atletico Madrid dan Real Madrid, ditambah rival-rivanlnya yang
kualitasnya berada jauh di bawah, yang berarti mereka tidak mungkin
untuk dikejar.
Kini, Barcelona membiarkan Roura berdiri seorang
diri, dan Tito tetap sebagai bos bayangan. Hal itu belum akan berubah,
karena pihak klub akan tetap memberi waktu sebebas mungkin bagi Tito
untuk kembali ke peran aslinya -- terlepas ada potensi untuk dikejutkan
tim lawan, seperti kekalahan 3-1 di kandang sendiri atas seteru abadi.
Pengobatan
Tito saat ini adalah yang utama, namun pemain-pemain Barcelona pasti
mengakui bakal kesulitan karena tidak memiliki pemimpin. Dengan Roura
sekarang, mereka berarti menunjuk ‘pelatih’ ketiga dalam rentang waktu
kurang dari sembilan bulan, di mana hal itu jauh dari kata ideal.
Ditilk
dari segi kualitas armada, tim Catalunya harusnya mampu mengalahkan
semua rival-rivalnya. Namun saat melawan tim top, mereka kerap kesulitan
karena kehilangan input taktis dan motivasi dari sosok seperti
Guardiola dan Vilanova.
Memang, sang mantan, Guardiola,
diragukan bakal kembali di masa depan, namun mereka tetap bisa berharap
pada Tito untuk segera mendapatkan kesembuhannya, yang sedikit banyak
bakal membantu kubu Camp Nou memenangi dua gelar ketimbang satu di akhir
musim nanti